"Ups! Tidak sengaja." Itu benar-benar terlihat jelas seperti kesengajaan. Dan pada pandangan mencemooh dari seisi kantin untuk Hiroito Jerome. Tidak peduli dengan marga besar yang disandang anak itu, nyatanya Jerome yang kurus kering, kerontang seperti pemakai obat terlarang malah membuat mereka semakin sering meledek. Mendengar bahwa Jerome hidup di tengah bayang-bayang kehancuran keluarganya sendiri, dan membuat olok-olokan itu mampir. Jerome benci keramaian. Karena dia akan menjadi pusat perhatian dan dirinya yang insecure parah dengan kondisi dirinya sendiri bukan kombinasi yang bagus. Jerome mungkin bersikap acuh, dan akan meratapi nasibnya sendiri di depan cermin sesampainya ia di kamar. Seorang diri. Tanpa atasan dan hanya dengan bokser. Mencelos tidak peduli, Jerome kembali menu

