"Senang melihatmu, senior." Alis Jerome bertaut. "Kau tahu?" "Ini gedung milik para senior menengah atas, kan? Sedangkan aku masih duduk di akhir bangku menengah pertama. Aku tidak pernah melihatmu mondar-mandir di koridor junior. Apa tebakanku salah?" Ocehan gadis itu seperti kereta api. Jerome menggeleng pelan, tidak tahu kalau Magna Latisha benar-benar cerewet dan berisik. "Tidak. Kau benar," Jerome menunduk. Memakukan pandangannya pada sepasang sepatu mahal yang terpasang di kedua kakinya. "Senior. Kelas tiga." "Oh, aku junior kelas tiga." Jerome kembali menoleh dan gadis itu sama sekali tidak pernah berhenti tersenyum ke arahnya. Membuat Jerome mengernyit tidak nyaman. Kemudian, tanpa Latisha duga sebelumnya kalau Jerome bergeser. Memberi jarak yang tidak terlalu lebar, tapi cuk

