Alana memutar mata jengah. Saat dia menatap Latisha serius dan ada kilat yang mengancam di sana. Membuat Latisha berubah waspada, saat siaganya melunak dan Alana mengepalkan tangan. "Aku tidak ingin katakan ini, Latisha. Tapi kau serius membuatku kecewa. Kalau kau dan Oda berkencan, kau membunuhku." "Demi Tuhan, Alana." Alana menatap Latisha ragu. Sebelum dia menunduk, menghirup oksigen banyak-banyak dan membuangnya perlahan. "Kalau begitu, terima perjodohan antara Jerome dan dirimu, biarkan Oda sendiri." Kursi berderit keras. Sebelum Alana sempat menjauh, Latisha mendesis dalam kalimatnya. Menatap punggung Alana yang menegak kaku. "Kau tidak tahu betapa brengseknya Oda, kan?" Alana menoleh memandang Latisha yang berkilat tajam. Saat Latisha balas mendengus pelan, memandang mata Alana

