"Cause i see sparks fly, whenever you smile." Latisha menarik napas. Melepas jemarinya dari senar gitar saat dia menarik pensilnya jatuh dari meja dan mulai mencoret lirik lagu yang sekiranya sesuai dengan nada yang masuk. "Oke. Sempurna." Dan pada ketukan pintu kamarnya dua kali. Latisha tidak perlu menebak siapa yang datang di kala malam menjelang tidur. Membawakan segelas s**u cokelat dan makanan manis dalam satu nampan. "Latisha? Mama tidak ganggu, kan?" Latisha menggeleng. Memutar kursi meja belajarnya dan tersenyum. "Tidak sama sekali." Senyum Tasha ikut melebar. Selepas makan malam dan Latisha pergi ke kamar, dia bicara empat mata dengan suaminya. Tidak ada pertengkaran karena mereka sama-sama bicara dari hati ke hati. Kebanyolan seorang Magna Tasha luruh saat mereka bicara te

