Latisha termenung menatap Tara yang masih berceloteh tentang Hiroito Jerome dan otak briliannya. "Tara benar. Aku setuja kali ini. Daripada lagu Sixteen Second yang buat telingaku sakit bukan main, lagu Black Death lebih bisa dicerna." Kairo menunjukkan Latisha track album The Beginning mereka. "Stand Out Fit In adalah favoritku." "Tapi sepertinya orang-orang lebih mencintai Heartache," sahut Tara dan Kairo mengangguk. "Biasa. Sad girl dan sad boy akan merana mendengar lagu itu. Menangis di sudut kamar dan lupa kalau mereka ada tugas. Alih-alih mengerjakan, malah ingat gebetan." Latisha mengusap belakang tengkuknya yang tidak gatal dalam usapan kasar. Dia mulai tidak nyaman. Karena sejak tadi, ia hanya diam. Membiarkan Kairo dan Tara saling menjawab satu sama lain hingga Kairo menatap

