"Dia tidak pernah antusias kalau aku di rumah dan duduk menonton film. Terkecuali aku pergi, dia akan ikut dan diam-diam mengekoriku seperti anak anjing. Bahkan saat sibuk pun, dia akan lakukan hal itu." "Lalu, apa kau sekarang aman?" Jerome mengulum senyum. "Aman. Saat aku pergi, Mama mengunci kamar kakakku dari luar. Jadi aku aman. Mama membolehkanku pergi. Dan Ian akan terkurung di kamar sampai siang hari." Latisha masih terus tertawa sampai dirasa perutnya mulai sakit. Dan harus menahan tawa itu karena mendapat delikan dari wanita paruh baya yang tampak lelah, duduk di seberang kursinya. "Maaf," bisiknya pelan. Dan Jerome hanya mendengus menahan senyum. Menatap kaca depan bis yang menampilkan jalanan padat ibukota Jepang yang ramai di akhir pekan. "Kau merasakan sesuatu?" Dan pa

