"Oh, kelima. Aku masih marah. Aku tidak ingat kalau kita sudah berbaikan. Seingatku, aku membiarkanmu mati membeku di depan pintu. Malang sekali nasibmu. Tidakkah pegawai di sini kasihan dan memberimu makan?" "Ya Tuhan," Jerome kehilangan kata-kata saat Latisha kembali siap memuntahkan laharnya. "Aku tidak akan berterima kasih karena kau membawaku dari lobi sampai kamar ini. Aku akan membayangkan adegan romantis dan itu menggelikan," Latisha menarik napas panjang dalam satu tarikan cepat. "Tapi aku akan berterima kasih karena kau mau datang dan bersikap seperti pahlawan. Walau itu mengerikan karena bass itu mahal. Jangan cemas. Aku akan mengganti dengan yang baru. Dan satu lagi, kau sangat keren." Latisha melanjutkan dengan satu kedipan mata. Yang membuat ekspresi Jerome berubah. Saat g

