Senyum Asha melebar ramah. "Insting seorang ibu tidak pernah meleset, Latisha. Dia percaya karena Paman Liam dan Bibi Tasha merawatmu dengan baik, mendidikmu dengan benar. Kau berasal dari keluarga terpandang. Keluarga suamiku dan keluargamu sama-sama dari keluarga kaya lama, mereka tahu benar bagaimana caranya bertata krama dengan baik." Latisha terpaku selama beberapa menit. Memandang Asha dengan pandangan menilai sebelum sudut bibirnya tertarik naik. "Aku sekarang mengerti mengapa kau diterima baik dan dengan tangan terbuka oleh keluarga ini. Kau sempurna." Asha menunduk malu. Memandang sepasang mata hijau nan meneduhkan itu dengan senyum hangat. Latisha balas tersenyum ramah. Dan Asha merasa sedikit terZakangi karena Latisha bisa secantik ini dilihat dari jarak dekat. Tidak hanya dar

