Mengendarai Aston Martin miliknya, mobil abu-abu itu berbaur dengan pengguna jalan lain. Dan sepanjang perjalanan, hanya pendingin udara yang terdengar bising. Selebihnya, isi pikiran masing-masing mendominasi. "Mama sangat senang saat tahu kau akan datang." Latisha menoleh. Memecah atensinya pada sepanjang pohon yang seperti kedipan mata terlintas berlalu begitu saja. "Oh, ya?" "Dia sangat bersemangat. Ada Asha dan Ian juga. Ken dan Hani, keponakanku." Senyum gadis itu terkulum manis. Sebelum Latisha membuang muka, memilih untuk memandang luar yang bebas dengan tarikan napas panjang. "Kau bosan?" "Bagaimana dengan selera musikmu?" "Random," balas Jerome datar. Menaruh lengan kekarnya di atas kemudi saat tatapan Latisha ikut turun, meminta maaf nanti karena telah lancang menatap pri

