Jerome mengangkat bahu. Acuh. "Aku tidak tahu kenapa kau harus berpura-pura sekarang," tukas pria itu tajam. "Oda tidak mungkin tertarik pada Alana karena dia punya kekasih." Latisha berdeham pelan. "Oke." "Alana bukan tipe idealnya. Jangan terlalu cemas," tambah pria itu lagi dan Latisha mengembuskan napas berat. "Kalau vokalis itu mencari pelarian atas rasa depresinya, Alana jelas bukan jawaban." Latisha bangun dari sofa, memandang Jerome yang balas menatapnya datar. Namun di sisi lain, Latisha merasa pria itu tengah menahan geli karena ucapannya. Seakan Jerome tahu sesuatu dan Latisha benar-benar merasa bodoh karena dipermainkan. "Jam enam," Latisha kembali bersuara. Memandang pria itu sambil lalu saat dia meraih tas mahalnya. "Aku akan pakai mobil sendiri." "Jam enam. Aku akan me

