Jerome menjauhkan kameranya saat alis gadis itu masih bertaut satu sama lain. Membiarkan Latisha menatapnya penuh tanya saat tidak ada lagi ekspresi yang bisa Jerome berikan selain kuluman senyum tipis. "Saat kau mengoceh panjang lebar tentang ulangan matematika, kau bilang belajar semalaman penuh dan membuat kepalamu sakit di pagi harinya. Saat istirahat, kau menyusulku di perpustakaan dan jatuh tertidur begitus saja." Latisha menyipit curiga. Dan Jerome membalas dengan bahu terangkat acuh. "Kau serius? Hanya itu?" "Hanya itu." Senyum gadis itu perlahan-lahan terbit. "Aku beruntung karena tidak mendengkur saat itu," katanya geli dan Jerome mendengus pelan. "Tidak buruk juga fotoku. Kalau kau ada waktu, cetak itu satu untukku, ya." Latisha menyedot milshake miliknya sampai dirasa Jer

