Molly menuju gedung kelasnya, terlihat rona kelegaan di wajahnya. Berjalan dengan santai dengan senyum-senyum tipis. Saat sampai di ruang broadcasting, Molly langsung menuju pada computer yang ada di sana. Karena sekolah ini memang menyediakan beberapa computer lengkap dengan printernya di berbagai titik umum. Molly terlihat serius, entah apa yang di ketiknya sehingga sesekali dia tersenyum dan juga smirk licik di bibinya. “Ok. Enter.” Molly mencetak hasil ketikannya. Lalu mengembalikan komputer ke jendela semula. Lagi-lagi dia tersenyum saat hasil ketikannya sudah keluar, lalu dia memasukkannya kedalam map yang berikan Kenzo tadi padanya. “Molly.” Suara yang tak asing memanggilnya, Molly menoleh dan melempar senyum. “ Apa yang kamu lakukan?” Shally dan Rose mendekatinya. “Memanfaatka

