“A -a-aku mau ke toilet dulu.” Molly masih berusaha untuk menghindar. Dia berbalik badan dan ingin langsung berlari dengan langkah seribu. Kenzo kembali seringai licik, dia menarik tas Molly, hingga Molly berjalan di tempat. “Lepaskan aku!” teriak Molly kesal, di benar-benar sudah di permainkan di pagi hari ini. “Mau kemana hah? “ “Sudah ku bilang mau ke toilet.” Jawab Molly dan masih berusaha untuk menarik dirinya. “Cih, Kamu pikir bisa lepas dariku dengan mudah?” Kenzo menarik tas Molly seperti menarik tali hewan peliharaannya, “Duduk!” dia mendorong tubuh Molly dengan kasar. Molly terduduk dengan menundukkan kepala. Jemarinya di atas meja mencengkram dengan kuat, di hatinya terucap sumpah serapah, mengutuk Kenzo sepuas hatinya. Hanya itu yang bisa di lakukan. “Angkat kepalamu!”

