Molly berdiri dengan pasrah sambil memegangi pakaian-pakaian yang dipilih oleh Kenzo. Besar kecil-besar kecil mata Molly mentap Kenzo. Untung saja mereka sudah ganti baju dengan pakaian biasa. Kalau saja masih mengenakan seragam sekolah, entah mau disembunyikan dimana wajahnya itu. Bisa-bisa orang akan semakin indah berspekulasi bahwa dia bocah yang tengah bucin-bucinnya. Cih! Bibir atas Molly terangkat sinis. Enteng saja Kenzo mengambil semua pakaian, lalu di tumpukkan padanya. Lihat langsung ambil, lihat lalu ambil. Lagi dan lagi. Area store pakaian itu dijelahai semuanya. Molly hanya bisa pasrah mengekorinya. “Kenzo please… kita stop dulu ya. Taruh ke kasir dulu.” rengek Molly yang sudah kesusahan. Penuh tubuhnya dengan pakaian. “Sebentar lagi. Sebeleh sana.” kata Kenzo tanpa menoleh

