Molly merapikan dasi di standing mirror. dia sedikit membelek lehernya yang biru bekas cekikan Herry. Teringat olehnya perkataan JB jika Herry sudah dibereskan. Akibat kejadian itu, Herry dikeluarkan dari sekolah hingga akhirnya kedua orang tua Herry memindahkan anaknya itu ke luar negeri. Kasihan juga Herry, pasti ayahnya murka lagi. Tapi apa boleh buat, berani berbuat berani tanggung resiko. Molly menghela napas. Ada baiknya juga, setidaknya dia tidak akan mengalami hari buruk lagi yang diakibatkan oleh Herry. Molly merapikan turtleneck yang sengaja ia kenakan untuk menutupi bekas cekikan itu. Serasa sudah pas, tas punggung diambil, lalu dia membawa langkah keluar kamar. Ketika di depan pintu, Molly sejenak menoleh ke arah kediaman Kenzo. Pintu yang selalu diketuk setiap paginya, tapi

