Alis Molly bergerak, ekor matanya melirik Shally yang ada di belakangnya. Sambil berbalik badan dan bertanya, “Apa maksudmu?” Shally menunduk dengan garis senyum getir di bibirnya, “Kalian membicarakan ku kan? Kenapa masih bersikap seolah tidak mengerti apa-apa?” Molly terkejut, saraf matanya yang menegang dikedipkkan beberapa kali, “Shally, aku tidak mengerti apa maksudmu. Aku hanya mendatangi rumahmu, apa itu yang kamu maksud? Anak-anak mengkhawatirkan mu, aku sebagai ketua kelas merasa bertanggung jawab. Apa itu salah?” Shally menoleh, “Khawatir?” Pikiran Molly masih bertabrakan, dia ingin bersuara tapi Shally lebih dulu. “Kalian menggosipkan ku, jenis khawatir apa itu? apa salahnya roti lima ribuan? Apa akan sangat hina bila memakannya?” Shally menangis dan suaranya penuh kemarah
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


