OL (40)

1679 Kata

Mobil yang dikemudi Pak Odeng memasuki perkarangan rumah besar tingkat dua. Wajah Molly begitu sembringah terlebih meliht Ibu dan Ayah telah menunggu di depan rumah. Mobil berhenti, Molly langsung bergegas keluar. “Ibu….” Jerit Molly manja dengan tangan siap sedia direntangkan pinta pelukan. “Anak Ibu,” Lany menyambut pelukan Molly. Pipi putih gebu sang anak dicium penuh hangat. “Rindunya Molly. Rindu…. Sangat-sangat.” Ujar Molly dengan logat serial Upin Ipin. “Ibu lagi rindu. Meh, sini Ibu cium banyak-banyak.” Kata Lany melayani keranah Molly yang menirukan logat Upin Ipin. Pelukan di lerai. Kedua pipi anaknya di pegang, lalu di cium sepuas hati. Molly tertawa lepas, selalu suka dengan perlakuan hangat sang ibu. “Okey okey… anak ibu saja. Tidak ada Ayah sepertinya.” Kata Danu terden

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN