Sebuah Obsesi

1107 Kata

Pov Khusna Penyataan Wati jika dia mencintaiku membuat aku terkejut. Mencintai sesama wanita? Apa dia punya kelainan? Terlihat dari fisik tidak ada yang aneh dengannya. Aku mundur agar tidak terjadi kontak fisik dengan wanita ini. Mata Wati terlihat berbinar menatap ke arahku, membuat bulu kuduk begidik ngeri. Suasana panas dan ramai di halaman warung tidak menyurutkan langkah Wati untuk terus bicara. Dia mengatakan sudah lama mencariku. Semakin tidak dapat aku mengerti arah pembicaraannya, melantur dan ngawur. Terdengar deru mobil mendekat yang sangat kukenal, Jupri. Rupanya dia tahu saja keberadaanku meski aku sembunyi di kolong langit sekalipun. Instingnya sangat kuat dengan kondisiku sekarang ini. Wati yang melihat Jupri berjalan mendekat menghentikan bicaranya. Dia menatap pria ya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN