Perjanjian

1315 Kata

Sejak pertengkaran hebat kemarin, baik Dewi maupun Amar masih saling bergeming. Dewi memang tak ingin membuka suara untuk lelaki itu, pasalnya Dewi merasa wajar dia bersikap seperti itu. Anehnya kenapa justru Amar ikut tertular penyakit bisu ini? Amar sendiri bukan ikut virus bete ala Dewi. Dia hanya sedang menenangkan hati. Mencoba memahami semua kondisi mereka. Tentang kebangkrutannya, kejadian hari itu, surat undangan pernikahan yang ia kirim, kematian anaknya. Ini seperti rangkaian yang perlu ia satukan sebelum akhirnya ia bisa bersuara. Menjelaskan semuanya. Dewi duduk di satu sudut, Amar sendiri memilih menyenderkan punggungnya di sudut yang lain. Kalau dihitung-hitung sepertinya ini sudah lewat 24 jam mereka perang dingin seperti ini. Pagi itu, seperti biasa. Tugas Bore memberika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN