Saat Kayla hendak mencari tahu tentang Adam, tiba-tiba Adam memberi kabar. Menggunakan nomor baru. Katanya, dia akan pulang malam ini. Dan meminta maaf tidak memberi kabar selama dua hari pada Kayla. Alasannya, katanya ponselnya hilang. Kayla percaya tak percaya mendengar itu. Namun, dia hanya mengangguk paham. Berkata seolah percaya, padahal dia belum sepenuhnya percaya. "Pulang jam berapa? Boleh aku jemput ke bandara?" tanya Kayla. "Sekitar jam 10 malam. Tak usah, kamu istirahat saja. Biar supirku yang jemput." Lagi-lagi Kayla menuruti perintah Adam. "Baiklah. Hati-hati di sana." Setelah berucap seperti itu, sambungan telepon pun Kayla putuskan sepihak. Dia menatap layar ponselnya cukup lama. Memikirkan alasan Adam barusan. Katanya, ponselnya hilang. Ya, itu masuk akal. Tetapi, Ada

