Malam hari, Gea menjemput Kayla menggunakan mobil perusahaan yang dipinjamkan padanya. Mereka berangkat menuju bandara pada jam delapan malam. Berharap bisa menemukan Adam di sana. Setelah kurang lebih dua jam menunggu, mereka masih belum melihat Adam. Kayla pun berusaha menghubungi Adam. Namun, ponsel Adam tidak aktif. "Nomornya tak aktif, Ge." "Pesawatnya udah mendarat, Kay. Tapi mungkin, dia belum menghidupkan ponselnya." Kayla mengangguk paham. Kini, mereka sedang menunggu Adam di tempat orang-orang yang biasa menjemput keluarga mereka. Gea dan Kayla tak lepas melihat ke arah pintu di depan mereka. Berharap Adam segera keluar dari sana. Mereka ingin tahu, siapa gerangan yang akan menjemput Adam. Karena Kayla, tak percaya kalau Adam akan di jemput hanya oleh supir saja. Menit demi m

