Di rumah sakit, Sebastian terus mondar-mandir tak jelas. Kadang, dia duduk dengan wajah yang terlihat frustasi. Di sana, bukan hanya ada Sebastian saja. Marisa dan Jena ikut datang dengan wajah panik. Sedangkan Davina dan Gea sudah menangis sesenggukan. Tak berselang lama, terdengar suara langkah kaki yang mendekat dengan cepat. Mereka semua menengok ke arah suara. Dan ternyata, itu adalah Alvin. "Bagaimana?" tanya Sebastian penasaran. "Aku sudah lapor polisi. Aku juga sudah minta rekaman CCTV. Berharap pelakunya segera ditemukan," jawab Alvin. Sebastian menghembuskan nafas kasar mendengar itu. "Bagaimana keadaan mereka?" tanya Alvin balik. Kekhawatiran terlihat jelas dari sorot matanya. "Mereka kritis karena kehilangan banyak darah," jawab Sebastian. Suasana pun menjadi hening. Hanya

