Satu hari satu malam, Kayla tak sadarkan diri. Di hari Minggu siang, dia sadar. Kondisi tubuhnya masih lemah. Ditambah jahitan di pahanya. Membuatnya belum bisa bebas bergerak. Dan Dokter pun melarang Kayla untuk berjalan. Sebab, jahitannya belum kering. Saat sudah sadar, Kayla menangis dalam diam, tanpa suara. Gea dan Davina sebagai sahabat berusaha menghibur Kayla. Sesekali, mereka bertanya pada Kayla. Memancing Kayla untuk menceritakan kejadian yang sebenarnya. Namun, Kayla memilih bungkam. Dengan tatapan kosong yang terus terarah pada dinding. "Di mana Raffa?" tanya Kayla. Suaranya serak dan pelan. Namun, Gea masih bisa mendengarnya. "Luka Raffa lebih parah dari lukamu, Kay. Sekarang, Raffa masih di ruang ICU," jawab Gea. Kayla pun diam tak bicara lagi. Kembali, air mata keluar memb

