"My beloved bestie, Gizelle!!" Deg! My heart skipped a beat. Napasku tertahan saat mendengar suara Sabrina yang berseru antusias. Wajahnya terlihat sangat senang dan bahagia. Terlebih saat ia melihat pria yang ada di sebelahku. Perlahan kutolehkan kepalaku, mengikuti arah di mana mata Sabrina dan teman-teman gilanya tertuju. "And her partner is the guy named Steven!!" Dan benar saja, cowok yang beberapa menit lalu dikenalkan padaku itu menatapku dengan senyuman yang tak dapat diartikan. Ya Tuhan! Apa-apaan ini?! Baru saja kami berkenalan dan sekarang kami harus b******u di lantai dansa hanya karena sebuah permainan?! Ini t***l!! Tentu saja aku tak akan mau! Aku menatap Sabrina dengan horor. Memintanya untuk terus bercanda. Namun sahabatku sejak kecil itu hanya mengangkat botol vodkany

