Dapat kulihat dengan jelas bagaimana Sabrina, sahabatku itu, bersama teman-temannya yang berjenis kelamin sama denganku begitu memuja Alan. Sigh. Memang harus kuakui, Alan benar-benar hot as f**k. That's a fact. Akan tetapi, aku terlalu malu untuk mengakuinya. "Alan," panggilku ketika kami sudah berada di luar club. Alan menghentikan langkahnya, namun tak segera berbalik. Kurasakan genggaman tangannya mengerat. Ia membuang napasnya dengan kasar dan menyisirkan jemarinya pada rambut hitamnya sebelum membalik tubuhnya. Jujur saja, siapa yang tak akan tergila-gila padanya? Lihat saja bagaimana cara ia bergerak dan memperlakukan dirinya sendiri. Begitu menggoda. Alan menatapku tajam. Ia membasahi dan menggigit bibirnya seperti biasa. Membuatku merasa serba salah. Membuatku ingin berteriak d

