"Kasih gue penjelasan!!" Aku tak berani mengangkat kepalaku. Terlalu malu dengan semua yang terjadi beberapa menit lalu. Rasanya kini aku benar-benar ingin kabur dari rumahku sekarang juga. Setelah Niana memergoki aku dan sepupunya yang sedang berciuman dengan sangat mesra dengan keadaan telanjang di atas sofa, Niana menjerit seperti kesetanan. Dan satu hal yang tak dapat dilewatkan, yaitu Alan tidak segera melepaskan dirinya dari tubuhku. Ia mengecup bibirku sekali lagi sebelum aku dengan panik menarik selimut yang biasa ku gunakan untuk menonton TV dan kabur ke kamarku yang terletak di lantai dua. Kabur dari ruang tengah dengan selimut tipis sebagai penutup tubuh telanjangku, aku segera masuk ke kamar mandi. Mandi dengan sebersih-bersihnya hingga aroma seks yang melekat di tubuhku me

