Ia pun akhirnya tak jadi ke kamarnya dan memilih kembali ke ruang sebelah tempat kerjanya. Ia menutup pintu ruang kerjannya rapat-rapat dan menguncinya dari dalam. “Aku baru aja mau belajar mencintaimu, Hana. Tapi kamu sudah membuat hatiku terluka. Aku baru aja mau menuruti nasihat Mama, tapi belum juga aku melangkah, kamu sudah membuat aku kecewa. Ternyata semua wanita itu sama, kamu sama aja dengan Hani. Masih jelas lebih baik Hani ketimbang kamu, dia pergi sebelum aku dan dia terikat pernikahan, sedangkan kamu yang sudah jelas-jelas sudah sah jadi istriku baik secara agama dan negara, tapi kamu malah masih berhubungan dengan laki-laki lain. Pantaskah seorang wanita yang sudah berstatus jadi istri masih mempunyai kekasih? Kamu benar-benar berhasil membuat aku kecewa, Hana. Kamu tak ses

