Tangisan Hana

1073 Kata

Pagi harinya, jam setengah lima pagi, Bibi baru kelur dari kamarnya, dan saat ia pergi ke dapur, ia kaget melihat majikannya yang tengah menangis di dapur sambil duduk di lantai. “Ya Allah, Non. Non kenaapa?” tanya Bibi Luna sambil jongkok di depan Hana. “Bibi hiks hiks ….” Hana pun memeluk Bibi dengan erat. “Non, kenapa? Ada apa?” tanya Bibi Luna sambil mengelus kepala Hana dengan lembut. “Hatiku sakit, Bi. Hatikku sakit rasanya,” jawab Hana dengan isakan. “Hati Non, sakit. Kalau gitu, Bibi panggilkan Tuan dan Nyonya besar ya, biar mereka bawa Non ke rumah sakit,” ucapnya yang merasa panic. Tapi Hana menggelengkan kepala. “Bi, salahkah aku jika ada di posisi sekarang. Kenapa yang aku lakukan selalu salah di matanya, Bi? Kenapa? Bukan mauku, ada di posisi saat ini. Aku pun juga terp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN