Masa Lalu Mama Mertua

2187 Kata

Bibi Luna, ia segera pergi ke belakang untuk menyiapkan sarapan pagi, sebelum itu, ia menaruh dulu barang belanjaan di atas meja, lalu ia pergi ke kamarnya untuk menaruh gamis. Baru ia kembali ke dapur untuk siap-siap memasak. Sedangkan di depan rumah, Hana tengah mencium punggung tangan Mamanya. “Ini buat Mama,” ucapnya sambil menyerangkan gamis milik Mama mertuanya. “Gamis,” jawab Hana sambil duduk di samping Mama mertuanya. “Makasih ya, Nak,” ujarnya terharu. Karena Hana begitu baik, andai ia punya anak perempuan mungkin seperti inilah rasanya. Tidak seperti punya anak cowok yang super cuek dan terkesan tak peduli padanya. “Besok kalau ke pasar lagi, Mama ikut ya,” pinta Mama Dara. “Tapi jauh loh, Ma,” ujar Hana, takut jika di tengah jalan Mama mertuanya itu kelelahan dan kenapa-n

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN