Kecemburan Arga

1580 Kata

Hana dan Arga turun dari mobil, dan mereka berjalan menuju pintu utama. Pintu itu sedikit terbuka, jadi Hana tak memencetl bell rumah yang ada di samping pintunya. Walaupun dulu sebelum nikah, ia suka keluar masuk rumahnya, tapi tidak untuk sekarang. Sejak menikah, ia merasa sungkan jika harus langsung masuk tanpa ada izin dari orang tuanya atau tuan rumah. “Assalamualaikum,” ucap Hana, tak lama kemudian seorang ibu paruh baya keluar dari salah satu ruangan. “Waalaikumsalam. Ya Allah, Hana. Ayo masuk. Nak Arga, ayo masuk, jangan di depan pintu, kayak rumah siapa aja,” tutur Bunda Sandra sambil menghampiri mereka. Hana dan Arga, mereka langsung mencium punggung tangan Bunda Sandra. “Ayah mana, Bun?” tanya Hana. “Ayah baru aja keluar, Nak. Dan mungkin sore baru pulang. Kalian nginapkan?”

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN