Saat Hana memasuki kamar, ia melihat Arga di atas tempat tidur, Hana pun menghampiringya dengan pelan. Ia bersyukur karena Arga memberikan alamat yang benar. Di meja, ia melihat makanan yang masih utuh, hanya ada secuil di pinggir yang terlihat seperti habis di makan, namun hanya sedikit. Ia juga melihat ada beberapa obat di sana, hanya saja ia tak tau, itu obat apa. Hana duduk di samping Arga yang tengah tertidur, dia laki-laki tampan. Bahkan tak bisa di pungkiri Arga mempunyai pesona yang cukup luar biasa, bibir tipis, bulu mata lentik, hidung mancung dan ada bulu tipis di sekitar pipinya membuat ia terlihat sangat macho. Hana terus memperhatikan suaminya itu, setelah cukup lama, ia pun membangunkan suaminya, karena ini sudah pukul Sembilan. Ia ingin mengajak suaminya untuk makan berdu

