Keesokan harinya, sehabis sholat shubuh, Hana mengajak Adnan ke pasar menggantikan posisi Bibi untuk belanja sayur, daging, bumbu dapur, buah dan lain sebagainya. Bahkan mereka ke sana dengan jalan kaki sekalian olah raga, Arga yang tadinya hasib sholat mau tidur lagi pun akhirnya tak bisa menolak, saat Hana mengajak dirinya dengan rayuan mautnya. Sepanjang jalan, mereka bergandengan tangan, layaknya truk gandeng. Mereka berjalan sambil mengobrol santai, mengobrol apa saja yang membuat mereka kadang tertawa terbahak-bahak, untungnya tak ada orang di sana, yang melihat mereka seperti orang gila karena saling meledek satu sama lain, saling menggoda satu sama lain, saling merayu dan saling jahil. Bahkan mereka saling kejar-kejaran hingga membuat nafas mereka ngos-ngosan. Arga dan Hana sanga

