S2 : 4. Hadiah

1432 Kata

Ruang waterlily tempat di mana Hira dirawat menjadi cukup ramai. Nurma datang menjenguk putri sahabat sekaligus rekan kerjanya itu. Ia sengaja menyempatkan waktu khusus sebagai perwakilan perusahaan. “Maaf ya, Nin, pimpinan gak bisa datang langsung,” ujar Nurma setelah bertegur sapa sebentar dengan Arafan. Hanania mengangguk kecil. Di saat seperti ini ia justru berharap jangan sampai Pak Faruq datang menjenguk Hira. Bisa-bisa akan menambah kemarahan Arafan. “Nggak apa-apa, Kak. Malah repot aja, ini.” “Apanya yang repot? Kalau kemarin kamu gak nolongin aku gak gini, deh jadinya. Kasihan Hira.” Ya. Nurma yang seharusnya mendampingi Pak Faruq untuk memastikan tempat cabang baru Sahabat Belajar. Namun, karena suatu hal yang mendesak, ia meminta Hanania menggantikannya. “Udah, Kak. Nggak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN