Rumah yang ditempati Arafan dan Hanania tidak begitu besar. Namun, dari segi kenyamanan tak perlu ditanyakan lagi. Arafan memiliki ketertarikan sendiri dalam bidang desain interior. Bisa dibilang suatu hal yang ia pelajari sambil berjalan. Dulu saat masih berada El-Malik Company ia sempat berpikir akan membuat sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang itu. Akan tetapi takdirnya kini membawanya ke perusahaan teknologi sesuai dengan gelar pendidikan yang ia miliki. Hanania bernapas lega begitu kakinya menjejak di rumahnya. Satu malam berada di luar cukup membuatnya rindu akan suasana tempat tinggalnya itu. Ia berjalan ke area dapur, membuka lemari pendingin dan meraih dua botol air mineral. Satu untuknya satu lagi tentu untuk Arafan. “Haus?” tanya Arafan

