"Kamu beneran, Nin?" Hanania mengangguk. "Mas gak usah antar aku. Aku bisa sendiri." "Kamu beneran maksa?" "Aku capek debat sama kamu, Mas. Aku mau fokus kerja." "Mau ketemu Faruq? Iya?" "Mas," desis Hanania. "Kalau bukan itu lantas apa?" tanya Arafan tak terima. Mata Hanania berkaca. Perempuan itu belum bisa menjelaskan semuanya. Masih terlalu dini dan takut Arafan merasa tidak dipercaya. Hanania mendongak. Percumah memberi alasan logis pada suaminya. "Aku nggak ngijinin, Nin. Aku nggak ridho. Kamu tahu apa artinya bukan?" Hanania terdiam. Arafan sudah membawa-bawa hal krusial. Izin, ridho dan pembelaan agar ia berhenti bekerja. "Maaf, Mas. Aku nggak bisa. Aku harus kerjain proyek itu," ujar Hanania. Ada hal yang ingin ia dapatkan. "Why?" "Seperti yang kamu bilang. Aku bera

