Faruq dan Leticia keluar dari ruang itu. Mereka sudah harus menggelar evaluasi program pelaksaan cabang baru Sahabat Belajar. Faruq tersentak begitu mendapati Hanania sudah ada di meja kerja perempuan itu. “Kamu?” tanyanya. “Maaf, Pak. Saya tidak jadi izin. Hari ini saya ikut evaluasi.” “Beneran?” Hanania mengangguk. Pembicaraan dengan Arafan tak menemukan solusi. Ia memilih pergi sebelum akhirnya semakin terpancing emosi. “Di ruang meeting, Pak,” ujar Leticia mengingatkan. Paham betul bagaimana fokus Faruq menjadi buyar saat ada rekan kerjanya. “Oke. Nurma mana?” “Biar saya yang panggil, Pak. Sekalian gabungin data.” Faruq mengangguk. Senang bukan main memiliki tim seperti ini. Meski banyak perempuannya, banyak ibu-ibunya mereka semangat dalam bekerja. Tak kalah dengan yang masih

