S2. 11. Ambisi

1113 Kata

Arafan memandang jengah Hanania yang tidak menyentuh makanannya sama sekali. Sampai ia menghabiskan semuanya, Hanania tetap diam seribu bahasa. "Udah makan? Nemenin, Bos?" tanya Arafan pada akhirnya. Hanania mengangguk kecil. "Kenapa nggak bilang? Mubadzir pesanannya." "Aku tahu kamu belum makan. Jadi, aku ikut pesan," timpal Hanania. Meski hatinya sama kesalnya dengan Arafan. "Tapi tidak disentuh. Sia-sia, Nin." Hanania mengangguk lagi. Ia lebih memilih tak menanggapi. Jika diteruskan, besar kemungkinan ia bisa melawan. Ia biarkan tangan kanannya menyentuh sendok. "Kita pulang," ujar Arafan sambil bersiap. Sudah cukup mengajak istrinya itu bicara baik-baik. "Pulang?" Arafan mengangguk. "Iya pulang." Hanania sedikit melempar peralatan makan itu di piring. Dibandingkan dengan apa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN