Andara menatap ruang apartemen tempatnya tinggal. Satu tahun ini ia belajar mandiri. Berusaha menyelesaikan study yang sudah dipilihkan kakaknya. Selama itu pula ia merasa baik-baik saja. Ia sanggup melakukan semuanya. Namun, dibalik tawa riang kakaknya, ia tak pernah menyangka mereka berjuang begitu keras demi pendidikannya. "Arafan diambang kebangkrutan. Masih ada beberapa tanggungan di perusahaan lama dan itu tidak mungkin disampaikan ke Hanania. Well kamu pasti paham, Ra." Informasi dari Dimas Nasution cukup menyentaknya. Jika kakaknya sendiri harus menyelesaikan banyak hal mengapa sibuk membiayai kuliahnya. "Hanania juga berjuang, Ra. Dia mau bantu Arafan bikin perusahaan baru. Cuma masalahnya, Hanania sedikit takut Arafan mengulangi kesalahan. Mereka lagi ngumpul-ngumpulin sediki

