S2: 42. Hubungan

1073 Kata

Arafan tak habis pikir saat melihat Hanania menghubungi Faruq agar menjemputnya. Berarti selama ini komunikasi antara istrinya dan bos itu terus terjadi. Arafan menahan geram begitu koper yang ia genggam terlepas dan berhasil dibawa pergi oleh Faruq. Sementara Hanania sudah lebih dulu melangkah keluar. Arafan berniat mengejar anak dan istrinya. Namun, getar ponsel disertai nada dering kencang dari dalam kamarnya menghentikan langkahnya. Segera Arafan meraihnya. Kening Arafan mengernyit ketekita. “Siapa?” sapa Arafan. Nomor itu cukup asing dan tidak terdaftar. Kamu lupa suaraku, Fan? “Siapa ini?” ulang Arafan. Suara dari ujung sana terkekeh. Tampak meremehkan Arafan. Coba kau ingat-ingat, Fan. Arafan semakin kesal. Ia sedang berada dalam mode tidak nyaman melakukan perdebatan dengan si

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN