S2: 41. Pergi

1134 Kata

Hanania menyeka sudut mata. Bahkan saat ia berencana memasuki kamar, Arafan tengah melakukan panggilan dengan perempuan itu. Tanpa malu dan ragu. Hanania mendorong keras pintu. Mengabaikan jika Arafan sambil berbicara lewat telepon tetap memerhatikannya. Lemari di kamar itu Hanania buka. Satu per satu pakaian yang menggantung di sana ia keluarkan. Masih dengan perasaan kesal yang justru mulai memuncak. Selama ini ia selalu baik. Tidak pernah membantah dan selalu menuruti semua keinginan Arafan. Namun, Arafan selalu membalas dengan luka. Tak hanya satu goresan melainkan banyak. Hanania terus mengeluarkan baju-baju dan aksi terbesarnya adalah menarik paksa koper hingga menimbulkan suara cukup keras. "Nin, kamu mau apa?" tanya Arafan setelah kembali memosisikan ponsel pada tempat daya list

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN