Terlalu nyaman dengan keadaan serta merasa semua berjalan sesuai harapan membuat Hanania melupakan satu hal. Ia tak benar-benar perhatian pada Arafan. Setiap hari hampir tak pernah ia mendengar suaminya meminta bantuan. Arafan selalu berkata semuanya berjalan lancar. Tak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, tak pernah mengeluh bukan berarti tubuh tegap itu sedang baik-baik saja bukan? Bisa saja ada banyak sayatan luka tapi menyembunyikannya. Mengingat itu membuat Hanania merasa cukup payah menjadi istri untuk Arafan. "Udah lama banget pada gak main. Saya kira sudah lupa sama Tangerang," ujar Bu Ranti—asisten rumah tangga mereka dulu. Arafan memercayakan rumah ini padanya. "Maaf, Bu. Akhir-akhir ini cukup padat," jawab Hanania. Memang seperti itu faktanya. "Ya, saya maklum. Kalau begitu

