Arafan enggan melangkah meski Hanania tampak antusias. Hari ini sesuai dengan undangan yang mereka terima, mereka harus menghadiri acara pernikahan Abbas dan Syara. "Hai, Nin. Andara mana?" tanya Dimas yang datang seorang diri. "Di apartemen sama Hira." "Kok nggak diajak, Nin?" "Dianya nggak mau. Takut ketemu kamu." "Aduh, ketahuan aku," ujar Dimas sambil menepuk keningnya. "Lagian aneh aja. Anak orang main dideketin, ya takut, lah," seloroh Arafan. "Heh. Diem, lo!" Hanania hanya tersenyum melihat interaksi Dimas dan Arafan. Meski sudah tidak lagi satu kantor, mereka tetap saja senang bercanda. Acara inti dari pernikahan terlewati. Tak banyak yang diundang mengingat acara itu memang dilakukan cukup tertutup. Abbas dan Syara hanya mengundang kerabat dekat saja. "Thanks, Fan, Dim,

