Daisha menatap pedih pantulan dirinya pada cermin. Ia yang sejak beberapa minggu lalu seperti tak mengenali siapa dirinya yang sebenarnya mulai tersadar. "Di mana aku? Di mana suamiku?" tanyanya pada Arika yang menjaganya. Arika menatap jengah pada perempuan itu. Kalau bukan karena William bilang jangan, sudah pasti nyawa perempuan itu sudah melayang. "Anda masih di rumah, Nona. Sebentar lagi anda akan ke rumah sakit." "Rumah sakit? Kenapa bisa? Aku tidak gila. Aku tidak mau dirawat," jawab Daisha. "Anda memang tidak gila, Nona. Tapi anda tetap harus mendapat perawatan." Daisha merotasi pandangannya. Ia mencari-cari di mana sosok Arafan berada. Tak memedulikan jawaban dari Arika. Melihat aksi Daisha itu, membuat Arika ingin melampiaskan semuanya segera. Bagaimana bisa perempuan deng

