“Seberapa banyak?” tanya Abbas setelah melihat berkas yang Arafan berikan. “Semuanya.” “Termasuk El-Malik? Yang jelas-jelas kau bangun sendiri?” Arafan mengangguk kecil. Nyatanya El-Malik tak murni hasil karyanya sendiri. Ada sentuhan para pendahulu sebagai cikal bakal berdirinya perusahaan itu. “Aku lelah, Bas. Sudah cukup berurusan dengan kalian.” “Briyan? Apa benar dia tidak akan lolos begitu saja? Apa kamu percaya sepenuhnya pada William?” Arafan menggeleng. Ia sudah terlalu muak dengan permainan ini. Cukup baginya berusaha melindungi El-Malik dan kejayaan perusahaan itu. “Gue korban. Gue nggak ada kaitannya sama kalian. Gue pingin semua normal sebelum gue kenal kalian. Sorry, lebih tepatnya adik angkat lo.” “Kau juga akan meninggalkannya?” Arafan mengangguk mantap. “Segera se

