Point of view atau Sudut Pandang Hanania Aku tahu ini terlampau mudah untuk sebuah akhir yang kami hadapi. Aku paham segelanya semakin tidak masuk akal saat satu per satu kemungkinan menjadi kenyataan. Terlalu cepat. Malam itu setelah menemani Andara mengurus persiapan kursus di Sahabat Belajar serta menyerahkan surat pengunduran diri pada Pak Faruq, aku melihat mereka. Sengaja malam itu aku menunggu Mas Arafan datang di ruang tamu. Memercayakan Hira dengan Andara. Namun, apa yang tertangkap oleh kedua mata sungguh membuatku tak sanggup berkata-kata. Mas Arafan mengangguk sebentar saat melewati ruang tamu sambil mengangkat tubuh perempuan itu. Ia hanya mengisyaratkan agar aku tak bersuara serta mengikutinya. Pelan kubiarkan tubuh ini mengekor di belakangnya. Menuju lantai dua tempat

