Keluarga Andara berkumpul setelah beberapa waktu melewatkan momen itu. Canda tawa mengiringi terutama saat Hira tak mau berhenti menyabotase percakapan. “Yang Ti Hira ini.” “Yang Ti mau bolu.” “Yang Ti Papa Arafan sibuk mulu.” “Yang Ti Mama suka ngambek.” Terus menerus menyebutkan neneknya sampai Hening kewalahan. Namun, ia tetap membiarkan meski baru dari perjalanan. “Yang Ti istirahat dulu, ya,” ujar Hanania. Tak nyaman saat ibunya harus melayani Hira dengan yang sedang aktif-aktifnya. “Bobo sama Yang Ti sama Mama,” jawab Hira masih betah di pangkuan Hening. “Sama Papa aja, yuk, Yang Ti biar di sini,” timpal Arafan. Hira akan lebih menurut padanya. Bocah kecil itu berpikir, merotasi mata seraya mengangguk kemudian. Rambut poninya terlihat menggemaskan. “Pintarnya cucu Yang Ti,”

