Noda kecokelatan di rok putih Jenni tidak bisa hilang begitu saja setelah dibasuh dengan air. Dia jadi tidak nyaman memakai rok itu karena tercetak jelas bagian yang basah. Ingin pamit pulang, tapi takut Pak Yassar tidak mengizinkan. Jadinya, dia memilih keluar restoran dan berniat kembali setelah agak lama. "Ah, kenapa, sih, harus ketemu dia?" Jenni berdiri di sudut kanan restoran sambil melipat kedua tangan di depan d**a. Jenni terbayang saat Sagra marah karena telah menolak lelaki itu. Aneh, padahal lelaki itu yang menawarkan tanpa pikir panjang, harusnya sudah tahu konsekuensinya. Sekarang, Sagra menjadi lebih dingin kepadanya. "Harusnya, kan, gue yang marah!" geram Jenni. "Dia bikin nggak nyaman sama pertanyaannya. Duh! Sebel." Jenni menggaruk kepala lalu melihat arloji. Dia tidak

