Aku pun melajukan motor tanpa tahu arah tujuan. Bagaimanapun aku merasa sangat bodoh karena baru sadar kalau ternyata selama ini komunikasi kami memang masih sangat terbatas. Dia yang lebih banyak bertanya kegiatanku setiap hari, siapa teman-temanku, dan kemana saja aku keliling menitipkan daganaganku. Pertanyaan yang aku pikir dia tanyakan karena rasa cemburu atau curiga padaku. Namun, justru aku baru sadar kalau pertanyaan sepele seperti itu bisa jadi bekal untuk mencari keberadaanku kalau tidak bisa dia hubungi. Sementara aku, aku sama sekali tidak pernah bertanya perihal teman-teman Salamah atau berkunjung kemanakah dia selama aku berada di sekolah. Sehingga aku tak tahu kemana harus mencarinya. Setiap bersama Salamah keinginanku hanya ingin terus menggodanya. Aku sangat suka meliha

