Salamah membuka mata, badannya serasa remuk redam setelah semalam sang suami menggempurnya dua kali berturut-turut tanpa istirahat. Ahmad layaknya singa lapar yang baru menemukan makanan. Selama ini dia berusaha sabar menahan gejolak rasa untuk menerkam sang istri setiap mereka berdekatan. Namun, masalah tadi pagi membuatnya takut ditinggalkan Salamah, maka dia memberanikan diri untuk menjebol gawang yang sudah dipertahankan sang istri selama ini. Wajah Salamah bersemu mengingat kejadian semalam. Hal pertama yang baru dia rasakan, dia serasa menjadi orang lain yang tanpa bisa dicegah mengeluarkan suara desahan yang tanpa ia sadari terus menyebutkan nama Ahmad, laki-laki yang sudah menikahinya hampir dua bulan ini. Laki-laki yang kini tidur di sampingnya dan memeluknya dengan erat. Salama

