Langkah kaki cepat lebih dari berlari, terdengar di kediaman mewah milik keluarga Tanjung. Tuan Arion terengah, tapi kakinya terus saja memilih untuk terus bertempur dengan waktu ketika menaiki anak tangga. Tampaknya, ia sudah tidak sabaran lagi untuk bertemu dengan sang mama, yang dirasa mampu memberikan jalan keluar atas permasalahan hati yang tengah dialaminya. "Mamaaa." "Kebiasaan ya. Kamu semakin kekanak-kanakan, Arion." "Ma, please! Saya sedang panik." "Ternyata cinta bisa membuat batu mencair. Mama bingung, harus suka atau ikut kecewa saat ini." Mama menatap tawar, namun bibirnya tampak mengejek. "Ma, please! Bagaimana sekarang?" "Kita berangkat sore ini. Siapkan barang dan pakainmu! Jangan Mama lagi!" "I-iya, Ma. Arion mengerti." Pukul 16.25 WIB. Nyonya Milea dan Tuan Ario

